Peluang Budidaya Rimbang

Rimbang (Solanum Torvum Swartz) atau di Pulau Jawa terkenal sebagai takokak, merupakan tanaman seperti semak berduri dengan batang yang cukup tinggi. Rimbang memiliki puluhan manfaat yang merupakan daya tarik bagi setiap orang. Selain bermanfaat, rasanya yang enak bisa menambah cita rasa makanan apalagi bila dimakan sebagai lalapan.

Berikut ini adalah beberapa contoh manfaat rimbang, di antaranya

  1. Dapat dipakai sebagai tambahan bahan masakan (sebagai bumbu atau lalap) karena memiliki kandungan vitamin A dan C yang tinggi.
  2. Tanaman rimbang adalah alternatif dari obat penyembuhan penyakit mata.
  3. Dapat mengobati penyakit jantung.
  4. Menambah nafsu makan.
  5. Daun dan buahnya merupakan obat dari darah tinggi, dan lain-lain

Sebagai tanaman berumur panjang dengan berbagai manfaat kesehatan, tanaman rimbang menjadi salah satu peluang usaha terbesar bagi wirausaha di sektor perkebunan. Pengembangbiakan tanaman rimbang memang tergolong mudah, namun tetap ada langkah-langkah yang harus diikuti oleh para calon pembudidaya tanaman ini.

Tata Cara Budidaya Rimbang

Tidak ada syarat wilayah untuk menanam tanaman rimbang. Dataran tinggi maupun rendah, tidak masalah sebab Rimbang dapat tumbuh dimanapun. Bahkan, tidak jarang rimbang ditemukan tumbuh begitu saja di halaman rumah seseorang tanpa sengaja. Tapi berbeda dengan waktu penanaman. Sebaiknya, budidaya rimbang dilakukan pada awal musim kemarau atau akhir musim penghujan. Bagi yang ingin menanam rimbang selama musim penghujan pun boleh.

  1. Penyemaian

Sebelum ditanam, biji rimbang harus disemai terlebih dulu, seperti pada penyemaian biji tomat. Semailah biji tersebut selama 1.5 bulan atau bila Anda lupa, ukuran benih rimbang tersebut telah tumbuh hingga kurang lebih 10 cm.

  1. Pindahkan ke lahan baru

Setelah benih tersebut selesai disemai, silahkan pindahkan ke lahan dimana Anda akan menanam dan membudidayakan rimbang. Beri jarak antar tanaman sekitar 70-80 cm dan jangan lupa untuk dipupuk. Bila tanah lahan pertanian tersebut kurang sehat sehingga tampak tidak megar, kurus, atau tandus berilah pupuk kandang.

  1. Perawatan

Tanaman rimbang tidak memerlukan perawatan ekstra dalam proses penanaman. Tanaman ini tergolong fleksibel, bisa mengandalkan air hujan untuk mengairinya dan pupuknya pun tidak perlu dikhususkan. Pupuk vegetatif dengan hormon auksin dan sitokinin pun cukup. Seperti kita tahu, hormon auksin membantu pertumbuhan tanaman pada malam hari, sedangkan sitokinin merangsang pematangan buah dengan lebih cepat.

  1. Penanganan hama

Tetap jaga tanaman rimbang dari hama atau rumput liar yang sekiranya akan menganggu perkembangan dari tanaman tersebut. Tapi tidak perlu khawatir. Rimbang sendiri merupakan tanaman yang tahan terhadap serangan hama. Sesekali saja bersihkan tanaman dari hama menggunakan insektisida. Hati-hati dalam memilih insektisida, sebab salah-salah dapat mengakibatkan keracunan pada tanaman rimbang.

Pestisida yang terbuat dari bahan herbal, contohnya jamur orgasme entemotatogen yang hanya berbahaya pada serangga. Jamur ini tidak akan membunuh tanaman apapun, jadi tetap diperlukan ketelatenan untuk menyingkirkan rumput liar.

  1. Masa panen

Setelah jangka waktu tiga bulan, tidak terlalu muda maupun tua, tanaman rimbang sudah siap dipanen dan dimanfaatkan. Selama satu tahun, budidaya tanaman rimbang bisa menghasilkan hingga 2 kg. Banyak bukan?

  1. Penyimpanan

Penyimpanan rimbang tidak memerlukan tempat khusus. Cukup jauhkan dari sinar matahari berlebih dan ditempatkan pada tempat yang kering, atau boleh juga disimpan di dalam kulkas. Rimbang siap untuk dijadikan bahan masakan atau diperjualbelikan sebagai peluang usaha.

Baca juga artikel mengenai Tanaman Hias Caladium.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *